Asiatique The Riverfront dikenal sebagai pusat perbelanjaan yang menawarkan pengalaman unik di tepi sungai Bangkok, Thailand. Baru-baru ini, tempat ini meluncurkan wahana baru yang menimbulkan protes dari warga sekitar akibat kebisingan yang diakibatkannya.
Wahana yang baru dirilis, SkyFlyers, menarik perhatian publik karena tingginya yang mencapai 135 meter dan menawarkan pemandangan kota yang menakjubkan. Namun, kehadirannya menyulut perdebatan di antara pengunjung dan penduduk lokal mengenai dampak negatifnya.
Bersamaan dengan peluncuran SkyFlyers, Asiatique juga memperkenalkan atraksi lain, yaitu Jurassic World: The Experience, yang semakin menambah pesonanya sebagai salah satu destinasi wisata utama di Bangkok. Namun, efek dari wahana baru ini tidak luput dari kritikan, terutama terkait kebisingan yang ditimbulkannya selama jam-jam malam.
Pentingnya Pendapat Warga Dalam Pembangunan Destinasi Wisata
Ketika membangun destinasi wisata, suara dari sekitar harus menjadi bagian integral dari pertimbangan. Penduduk sekitar Asiatique mengungkapkan bahwa mereka merasa terabaikan dalam proses pengambilan keputusan. Ini memunculkan pertanyaan serius mengenai tanggung jawab pengelola dalam menjaga kenyamanan komunitas lokal.
Dalam beberapa minggu terakhir, keluhan mengenai suara keras dari wahana SkyFlyers semakin sering muncul di media sosial. Banyak warga merasa bahwa kualitas hidup mereka terganggu akibat teriakan pengunjung yang terus menerus. Cerita-cerita dari warga tersebut menjadi viral dan ramai dibicarakan di berbagai platform sosial.
Salah satu pengguna TikTok mengunggah video yang menunjukkan wahana masih beroperasi pada larut malam. Dalam video itu, dia mengeluh tentang ketidaknyamanan yang dirasakan karena jeritan para pengunjung yang seolah tidak ada habisnya. Ini memberikan gambaran jelas tentang keadaan sebenarnya yang dialami warga.
Respons Manajemen Asiatique Terhadap Protes Warga
Menanggapi keluhan warga, manajemen Asiatique The Riverfront berusaha meneduhkan suasana dengan menegaskan standarnya dalam hal keselamatan penumpang. Mereka juga mengajukan sertifikasi internasional sebagai bukti bahwa wahana aman untuk digunakan. Namun, upaya ini tampaknya tidak cukup untuk meredakan keresahan warga.
Banyak penduduk mempertanyakan apakah manajemen benar-benar memahami dampak dari wahana tersebut. Sebagian besar kritik menyasar pada minimnya komunikasi antara pihak pengelola dan masyarakat sekitar. Hal ini membuat warga merasa tidak berdaya dalam menghadapi situasi yang mengganggu kenyamanan mereka.
Sementara itu, beberapa warga juga mencoba mengajukan saran konstruktif. Mereka meminta untuk mengurangi jam operasional wahana atau memindahkan lokasi SkyFlyers lebih jauh dari permukiman. Pendapat ini menekankan pentingnya mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak.
Sikap Berbeda Dari Pengunjung Terhadap Kebisingan Wahana
Di tengah protes tersebut, muncul juga suara-suara pendukung wahana SkyFlyers. Beberapa pengunjung berpendapat bahwa suara bising adalah bagian dari pengalaman berkunjung ke taman hiburan. Mereka menganggap Asiatique sebagai landmark penting yang memberikan kontribusi bagi perekonomian lokal dan pariwisata.
Mereka mendorong warga yang tinggal di sekitar untuk lebih beradaptasi dan menerima kehadiran wahana sebagai bagian dari perkembangan kota. Hal ini menunjukkan adanya perpecahan dalam pendapat masyarakat mengenai dampak wahana tersebut.
Selama momen-momen ini, tim media sosial Asiatique berusaha merespons beberapa komentar tetapi tidak mengeluarkan penjelasan resmi mengenai kontroversi ini. Ini menimbulkan rasa kecewa di kalangan masyarakat yang ingin melihat tindakan konkret dari pengelola.














