loading…
Mengenal Artificial Intelligence (AI) LISA milik Universitas Gadjah Mada (UGM) yang viral karena memberikan jawaban terkait status pendidikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Dalam video yang beredar, AI tersebut menjawab bahwa Jokowi bukan alumni UGM setelah ditanya oleh seorang pengguna.
Pernyataan itu langsung memicu perdebatan publik, mengingat Jokowi dikenal sebagai salah satu tokoh nasional yang menempuh pendidikan sarjana di kampus tertua di Indonesia tersebut. Meski soal AI ini ramai dibicarakan, Rektor UGM Prof Ova Emilia sebelumnya sudah memastikan bahwa Jokowi benar adalah lulusan Program Sarjana UGM.
Ia dinyatakan lulus pada 23 Oktober 1985 dengan IPK di atas 2,5, sesuai data akademik resmi kampus. Dengan penjelasan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami informasi yang akurat mengenai status pendidikan Jokowi.
Apa itu Artificial Intelligence LISA UGM dan Fungsinya?
Artificial Intelligence LISA adalah sistem berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan di UGM. Sistem ini dirancang untuk menjawab berbagai pertanyaan dari pengguna melalui teknologi pengolahan bahasa alami.
Fungsi utama LISA adalah memberikan informasi yang cepat dan relevan kepada penggunanya. Namun, dalam beberapa kasus, LISA masih dapat menghasilkan jawaban yang tidak akurat atau kontroversial, seperti yang terjadi dalam pernyataan tentang Jokowi.
Pembangunan LISA menunjukkan kemajuan dalam bidang teknologi informasi di Indonesia, khususnya dalam pendidikan. Dengan adanya LISA, mahasiswa dan masyarakat luas dapat mengakses berbagai informasi tanpa hambatan.
Dampak Viralitas Informasi dalam Era Digital
Viralitas informasi di media sosial memiliki dampak besar dalam membentuk pemahaman masyarakat. Ketika suatu konten menjadi viral, ada baiknya untuk menyaring dan memverifikasi informasi yang beredar.
Dalam kasus AI LISA, pernyataan yang dihasilkan memicu debat yang sengit di kalangan masyarakat. Hal ini menunjukkan bagaimana informasi yang tidak disaring dapat menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman.
Dengan begitu banyaknya informasi yang tersedia, penting bagi masyarakat sepakat untuk lebih kritis dan bijak dalam mengonsumsi informasi. Tidak semua yang viral itu benar, dan penyebaran informasi yang salah bisa berujung pada konsekuensi yang serius.
Pentingnya Pendidikan dan Pengakuan Akademis
Pendidikan memainkan peran kunci dalam memberikan pemahaman dan keterampilan kepada individu. Dalam konteks ini, pengakuan akademis menjadi hal yang penting untuk mengonfirmasi status pendidikan seseorang.
Status pendidikan Jokowi sebagai lulusan UGM menunjukkan bahwa meski berada di posisi tinggi, pendidikan tetap menjadi fondasi yang penting. Pengakuan dari lembaga pendidikan bisa menguatkan kredibilitas seseorang sebagai pemimpin.
Melalui pengakuan ini, diharapkan para pemimpin dapat menginspirasi generasi muda untuk terus belajar dan berusaha mencapai pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan yang baik akan berkontribusi positif dalam pembangunan masyarakat.














