Ternyata, putrinya yang tengah berkuliah di Langsa sempat berusaha pulang saat banjir masih parah. Namun, di tengah perjalanan menuju rumah, para warga yang berpapasan dengannya mengingatkan untuk kembali lagi.
“Banyak yang mengingatkan, ‘Dek kalau sayang nyawa balik lagi dek”. Untung anak saya balik lagi ke arah Langsa,” kata Rita.
Ternyata putri pertama Rita pun tak bisa kembali ke Langsa. Anak pertama Rita pun menghentikan motor untuk tinggal sementara di pengungsian.
Saat di pengungsian, ia pernah hanya makan satu mi instan mentah untuk satu hari. Setengah untuk pagi, lalu setengahnya lagi untuk malam hari.
Kisah Mengharukan di Tengah Bencana Alam
Pengalaman Rita dan keluarganya memperlihatkan bagaimana bencana alam bisa mendatangkan ketidakpastian yang luar biasa. Ketika banjir melanda, banyak orang harus membuat keputusan sulit untuk bertahan.
Rita yang khawatir akan keselamatan anak-anaknya, berusaha untuk tetap tenang. Ia tahu bahwa kekuatan mental menjadi kunci untuk melewati masa-masa sulit ini.
Selama di pengungsian, keprihatinan akan makanan menjadi salah satu tantangan utama. Rita sering memikirkan kebutuhan gizi keluarganya meskipun keterbatasan membuatnya sulit untuk mendapatkan makanan yang layak.
Menurutnya, pengalaman di pengungsian bukanlah hal yang mudah, terutama bagi anak-anak. Ia melihat bagaimana anak-anak lainnya juga harus beradaptasi dengan situasi yang tidak biasa.
Perjuangan untuk Bertahan Hidup di Masa Sulit
Selama masa pengungsian, Rita menyadari betapa pentingnya dukungan komunitas. Banyak warga saling membantu satu sama lain dengan berbagi apa yang mereka miliki.
Rita mencatat bahwa semangat saling membantu ini menjadi penyemangat bagi banyak orang di pengungsian. Dalam situasi sulit, kebersamaan menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi mereka.
Setelah enam hari di pengungsian, kebahagiaan akhirnya bisa dirasakan oleh Rita. Saat banjir surut, ia dan anak-anaknya bisa beranjak ke tempat yang lebih aman.
Kebahagiaan bertemu kembali dengan anak-anaknya membuat Rita merasa lega. Ia berpikir, kebersamaan keluarga adalah hal yang paling berharga dalam situasi sulit ini.
Mempertahankan Harapan di Tengah Kesulitan
Rita meyakini bahwa harapan bisa menjadi cahaya di tengah kegelapan. Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, ia tetap berusaha untuk menjaga semangatnya.
Sebagai seorang ibu, Rita berusaha untuk menanamkan rasa optimis pada anak-anaknya. Ia percaya bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, mereka bisa melewati masa-masa sulit ini.
Setiap pengalaman yang mereka alami akan menjadi pelajaran hidup yang berharga. Ia yakin bahwa masa sulit ini akan membawa mereka menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Dengan semangat dan kebersamaan, Rita percaya bahwa mereka akan mampu mengatasi semua rintangan. Dalam hati kecilnya, selalu ada keyakinan untuk bangkit dan berjuang demi masa depan yang cerah.














