loading…
Ratusan pelajar dari berbagai provinsi mengikuti Language Olympiad Festival (LOF) ke-6 dan Indonesian Youth Literacy Festival (IYLF) Batch 3 di Auditorium Abdullah Azwar Anas, Poliwangi. Event ini adalah salah satu ajang bergengsi yang menarik perhatian banyak siswa yang berkualitas dari seluruh Indonesia.
Kedua festival ini memberikan kesempatan bagi pelajar untuk mengasah keterampilan dan pengetahuan berbahasa mereka. Keberhasilan acara ini bukan hanya hasil kerja keras panitia, tetapi juga semangat tinggi dari para peserta yang ingin berprestasi.
Acara ini diadakan pada 18 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Bulan Bahasa Nasional. Ini adalah inisiatif dari Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM) yang bekerjasama dengan Riset, Pengabdian, dan Bahasa (RPB) Poliwangi, untuk mendorong kecintaan terhadap bahasa dan membaca di kalangan generasi muda.
Festival Ini Menjadi Wadah Kreativitas Pelajar dari Berbagai Provinsi
LOF dan IYLF kali ini diikuti oleh pelajar dari SMP hingga SMA/SMK/MA, menunjukkan keragaman peserta yang datang dari seluruh penjuru negeri. Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan, festival ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap literasi dan penguasaan bahasa di kalangan pelajar.
Pada festival ini, para pelajar berkompetisi dalam berbagai bidang bahasa, mulai dari Bahasa Indonesia hingga Bahasa Arab dan Mandarin. Terdapat juga lomba pidato, cerita rakyat, dan puisi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar yang ingin unjuk kebolehan dalam bercerita dan berkomunikasi.
Dengan berbagai jenis lomba ini, peserta tidak hanya dituntut untuk menunjukkan kemampuan bahasa, tetapi juga daya kreativitas dan karakter mereka. Ini membuat festival menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sebuah festival seni dan budaya yang mengasah jiwa berkarakter.
Semarak Budaya Pembuka Acara yang Mengesankan
Acara dibuka dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang memperkenalkan kekayaan lokal Banyuwangi. Tarian tradisional dan penampilan seni lainnya menjadi pembuka yang memukau, menciptakan suasana yang hangat dan menyentuh hati bagi semua yang hadir.
Ini mencerminkan harmonisasi antara kearifan lokal dan semangat generasi muda yang berorientasi masa depan. Seluruh peserta merasakan atmosfer yang penuh kebanggaan dan harapan, yang mendorong mereka untuk memberikan yang terbaik dalam kompetisi.
Bupati Banyuwangi, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten, memberikan apresiasi tinggi terhadap acara ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan budaya yang kuat.
Pentingnya Literasi di Era Global untuk Generasi Muda
Dalam pidatonya, diungkapkan bahwa pentingnya pendidikan harus diimbangi dengan pengembangan karakter dan budaya literasi. Generasi muda saat ini harus mampu bersaing di tingkat global, sehingga keterampilan berbahasa menjadi aspek yang sangat penting.
Pembina Riset, Pengabdian, dan Bahasa (RPB) Poliwangi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kolaborasi antara lembaga pendidikan dan organisasi literasi. Hal ini menunjukkan bahwa ada sinergi antara dunia pendidikan dan gerakan literasi yang semakin meluas di Indonesia.
Kepala RnD GYPEM juga menyatakan bahwa LOF dan IYLF bukan hanya sekadar kompetisi semata. Event ini adalah wadah bagi pelajar untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan kolaborasi antar mereka.














