Dunia kecantikan terus berevolusi, dan salah satu tren terbaru yang mencuri perhatian adalah menstrual masking. Praktik ini, meskipun terdengar ekstrem bagi sebagian orang, menarik minat banyak influencer dan pengikut mereka di media sosial.
Fenomena ini melibatkan penggunaan darah menstruasi sebagai masker wajah, yang dianggap oleh beberapa orang memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Para pendukungnya percaya bahwa darah tersebut mengandung berbagai komponen yang dapat mendatangkan efek positif bagi kulit wajah.
Menstrual Masking: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Menstrual masking terdiri dari mengoleskan darah menstruasi ke wajah, biasanya setelah dikumpulkan secara bersih. Biasanya, orang yang mencoba praktik ini akan membiarkan darah menempel selama kurang lebih 10 hingga 20 menit sebelum membersihkannya dengan air.
Praktik ini tidak didukung oleh penelitian medis yang komprehensif, sehingga banyak ahli kesehatan mempertanyakan keamanan dan efektivitasnya. Walaupun demikian, beberapa orang merasakan hasil yang memuaskan setelah mencobanya.
Menariknya, tren ini bisa dihubungkan dengan konsep pemanfaatan berbagai bahan alami dalam perawatan kulit. Banyak orang yang beralih ke praktik-praktik yang lebih alami dan mempertimbangkan khasiat dari bahan-bahan yang tidak konvensional.
Kandungan dalam Darah Menstruasi dan Manfaatnya
Para pendukung menstrual masking mengklaim bahwa darah menstruasi kaya akan sel punca dan berbagai sitokin yang bermanfaat untuk regenerasi kulit. Mereka berpendapat bahwa komponen biologis ini dapat membantu merevitalisasi kulit dan memperbaiki kerusakan yang ada.
Di samping sel punca, darah menstruasi juga mengandung protein yang dianggap mampu meningkatkan elasticitas kulit. Hal ini menjadi argumen kuat bagi mereka yang percaya akan manfaat dari praktik ini.
Pentingnya pengetahuan tentang kandungan tersebut menjadi sorotan, mengingat banyak yang masih meragukan seberapa jauh manfaat tersebut dapat dirasakan. Dari perspektif ilmiah, sampai saat ini, tidak ada studi yang secara definitif membuktikan klaim tersebut.
Pandangan Kesehatan Mengenai Menstrual Masking
Banyak profesional kesehatan dan dermatologis menekankan pentingnya hati-hati dalam memilih metode perawatan kulit. Praktik mengoleskan darah haid bisa membawa risiko infeksi jika tidak dilakukan dengan higienis. Hal ini menjadi perhatian serius bagi mereka yang berencana untuk mencoba metode ini.
Selain risiko infeksi, ada juga potensi reaksi alergi yang dapat terjadi. Terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, risiko iritasi bisa meningkat saat menggunakan bahan-bahan yang tidak biasa.
Kesehatan kulit merupakan aspek yang sangat penting, dan menjadi krusial untuk melakukan pendekatan yang berbasis penelitian. Sebelum mencoba praktik kontroversial ini, konsultasi dengan ahli kesehatan atau dermatologis sebaiknya dipertimbangkan.














