Universitas Jember (UNEJ) telah berhasil menyelenggarakan acara puncak Dies Natalis ke-61, yang berlangsung dalam suasana yang meriah dan penuh makna. Malam yang digelar pada tanggal 5 Desember 2025 ini bertujuan untuk merayakan perjalanan panjang dan prestasi kampus yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pendidikan di Indonesia.
Acara yang dihadiri oleh banyak tokoh dan civitas akademika ini dipimpin oleh Rektor UNEJ, Iwan Taruna. Salah satu momen paling berkesan adalah peluncuran tarian khas kampus, Kidung Mangesti Dharma, yang mencerminkan identitas dan semangat universitas dalam mewujudkan nilai-nilai positif dalam masyarakat.
Melalui peluncuran tari ini, Rektor UNEJ berharap dapat memperkuat identitas kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga kaya akan budaya. Kidung Mangesti Dharma menjadi simbol pengabdian yang tulus untuk mengedepankan kebaikan dan kebenaran dalam setiap langkah kampus.
Perayaan Dies Natalis: Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan
Pada malam perayaan ini, seluruh elemen di UNEJ berkumpul untuk mengenang berbagai pencapaian dan perjalanan yang telah dilalui. Rektor menekankan bahwa perayaan ini bukan hanya sekedar acara, tetapi juga refleksi dari pencapaian akademik yang luar biasa.
Setiap tahun, perayaan ini juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen universitas dalam melahirkan generasi yang unggul dan berintegritas. Hal ini tercermin dari semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika selama acara berlangsung.
Rektor UNEJ menegaskan bahwa acara ini bukanlah akhir, melainkan sebuah awal baru. Keberhasilan dies natalis ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi kebaikan bersama.
Makna Filosofis Tarian Kidung Mangesti Dharma
Tarian Kidung Mangesti Dharma memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada hanya sekadar sebuah pertunjukan. Setiap gerakan dan komposisi yang ditampilkan di atas panggung menggambarkan usaha dan niat luhur untuk menyebarkan kebaikan.
Nama tari ini mengandung filosofi yang kuat, di mana “Kidung” merepresentasikan lagu atau nyanyian kehidupan, sedangkan “Mangesti Dharma” menunjukkan usaha untuk menegakkan nilai-nilai moral. Hal ini menjadi pengingat bagi setiap individu di UNEJ untuk senantiasa berpegang pada etika dan kebaikan.
Tarian ini juga menggambarkan harmoni yang terjalin di antara berbagai elemen di universitas. Dalam konteks ini, UNEJ berusaha menjadi dasarnya dari berbagai perubahan positif dalam masyarakat, dengan mengedepankan komunikasi dan kolaborasi yang kuat.
Anugerah Alumni Inspiratif sebagai Penghargaan atas Dedikasi
Salah satu momen penting pada malam puncak ini adalah penyerahan Anugerah Alumni Inspiratif. Penghargaan ini diberikan kepada para alumni yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa di berbagai bidang.
Dengan penghargaan ini, UNEJ berharap dapat memberikan inspirasi bagi generasi mendatang, dengan menampilkan contoh nyata dari alumni yang telah berhasil. Ini juga sebagai bentuk apresiasi atas upaya alumni untuk membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional.
Penyerahan anugerah diharapkan dapat mendorong lebih banyak alumni untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampus dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. UNEJ terus berkomitmen untuk menjalin hubungan baik antara alumni dan kampus demi kemajuan bersama.














