Keju menjadi bagian integral dalam budaya gastronomi berbagai negara, dengan berbagai jenis dan teknik pembuatannya. Salah satu yang paling terkenal adalah hidangan Swiss yang disebut raclette, yang menjadi pusat perhatian dalam Kejuaraan Dunia Raclette di Morgins, Swiss.
Acara tahunan ini menarik minat pecinta keju dari seluruh dunia, dengan peserta membawa berbagai jenis keju untuk dinilai. Event yang berlangsung pada hari Sabtu ini, diikuti oleh lebih dari 150 jenis keju dari 13 negara yang terlibat dalam kompetisi ini.
Raclette sendiri adalah hidangan khas Swiss yang dibuat dengan cara memanaskan roda keju di dekat sumber panas. Setelah keju meleleh, lapisan yang lembut ini akan diikis dan disajikan untuk dinikmati bersama berbagai makanan lainnya.
Proses penjurian sangat ketat, dengan para juri menilai dari berbagai aspek, termasuk tampilan, tekstur, serta rasa keju. Untuk menjaga agar indera perasa mereka tetap segar, mereka menggunakan teh dan apel di antara sesi penilaian untuk menetralkan rasa.
Tujuan utama dari kompetisi ini tidak hanya untuk menemukan raclette terbaik, tetapi juga untuk mempromosikan seni pembuatan keju yang telah menjadi tradisi selama berabad-abad. Acara ini juga menjadi kesempatan bagi para pembuat keju untuk menunjukkan keahlian dan kreativitas mereka.
Menelusuri Sejarah dan Asal Usul Raclette
Raclette memiliki sejarah yang kaya dan telah menjadi bagian dari tradisi Swiss selama berabad-abad. Hidangan ini berasal dari daerah pegunungan, di mana penduduk setempat membakar keju di dekat api untuk menciptakan hidangan yang lezat dan mengenyangkan.
Nama “raclette” sendiri berasal dari kata Prancis “racler,” yang berarti mengikis. Ini menggambarkan cara penyajian hidangan, di mana keju yang meleleh diikis dan disajikan di atas berbagai bahan lainnya seperti kentang, sayuran, dan daging.
Di Swiss, raclette sering disajikan dalam suasana sosial, di mana keluarga dan teman berkumpul untuk menikmati makanan ini bersama-sama. Sifat interaktif dari hidangan ini menambah nilai permainan bagi pengalaman bersantap.
Seiring perkembangan zaman, raclette mulai menyebar ke negara-negara lain di Eropa. Kini, hidangan ini telah menjadi favorit di banyak tempat di luar Swiss, dan berbagai variasi raclette pun diciptakan sesuai dengan kebudayaan masing-masing.
Dengan adanya kompetisi seperti Kejuaraan Dunia Raclette, semakin banyak orang yang tertarik untuk mengenal dan menikmati hidangan ini. Hal ini juga berkontribusi pada kesadaran akan pentingnya pelestarian tradisi pembuatan keju di seluruh dunia.
Proses Penjurian dan Kriteria Penilaian Raclette Terbaik
Proses penjurian dalam Kejuaraan Dunia Raclette melibatkan para ahli di bidang keju yang memiliki pemahaman mendalam tentang karakteristik keju. Kriteria penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari aroma, rasa, hingga visual keju itu sendiri.
Setiap juri memiliki pengalaman dan latar belakang yang berbeda, yang tentunya mempengaruhi cara mereka mengevaluasi setiap jenis keju. Ini menciptakan keragaman pendapat yang menarik dalam penjurian, dan seringkali menghasilkan hasil yang mengejutkan.
Selama proses penilaian, para juri mendapatkan kesempatan untuk mencicipi beragam jenis raclette, dari yang klasik hingga yang inovatif. Hal ini memungkinkan mereka untuk membandingkan dan mencari keunikan masing-masing jenis keju.
Para juri juga memanfaatkan berbagai teknik untuk merasakan keju, termasuk perbandingan langsung dengan jenis keju lain. Ini membantu mereka dalam menentukan mana raclette yang paling layak menyandang gelar terbaik di dunia.
Dalam setiap sesi penjurian, bagaimana keju bersatu dengan bahan-bahan lain menjadi penting. Rashchette yang berhasil seringkali ditandai dengan kombinasi rasa yang harmonis dan presentasi yang menarik.
Keberagaman Raclette dari Berbagai Negara yang Menghiasi Ajang Ini
Keju raclette yang dipamerkan dalam kejuaraan ini berasal dari berbagai negara, masing-masing membawa karakteristik unik. Setiap negara memiliki metode pembuatan dan bahan yang berbeda, yang menjadikan pengalaman mencicipi semakin kaya.
Contohnya, ada raclette dari Prancis yang dikenal dengan kehalusan rasa dan aromanya yang kuat. Di sisi lain, raclette dari negara Skandinavia mungkin membawa elemen rasa yang lebih ringan dan segar.
Selain itu, terdapat juga inovasi yang menarik dengan penggunaan bahan-bahan lokal dalam pembuatan raclette. Hal ini ternyata juga memberikan dampak positif terhadap industri keju di masing-masing negara.
Ajang ini juga membuka kesempatan bagi pembuat keju lokal untuk memamerkan keahlian mereka di panggung internasional. Para peserta tidak hanya bersaing, tetapi juga berbagi pengetahuan dan teknik pembuatan keju yang menjadi jati diri mereka.
Kombinasi dari semua ini menciptakan suasana kompetisi yang meriah dan penuh warna, di mana pencinta keju dapat mengeksplorasi berbagai jenis raclette. Ini adalah perayaan rasa dan tradisi yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya.













