loading…
MNC University melalui Business Clinic menyelenggarakan kegiatan Literasi Creative Art: Limitless Creativity From Recycle Products. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong pengembangan kreativitas serta kompetensi di kalangan mahasiswa dan masyarakat, terutama di era profesional yang semakin menantang.
Acara berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026, di Lobby Hall Lantai 1 MNC University, dan berhasil mengumpulkan sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka yang hadir termasuk mahasiswa, dosen, praktisi, penggiat lingkungan, profesional muda, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga dan anggota masyarakat lainnya.
Program ini dirancang untuk menciptakan ruang kolaboratif, mengedepankan pola pikir kreatif dan inovatif, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui program ini, peserta diajak untuk memahami potensi bisnis dari produk daur ulang yang tidak hanya berfungsi sebagai solusi ekologis, tetapi juga sebagai nilai tambah ekonomi.
Workshop ini menjadi semakin menarik dengan kehadiran Prof. Dr. Wiwiek Mardawiyah Daryanto, S.E-AK., M.M., CMA dari IPMI Institute sebagai tamu kehormatan. Sesi materi yang diberikan mencakup banyak perspektif, di mana para peserta tidak hanya mendengarkan presentasi tetapi juga berpartisipasi aktif dalam praktik langsung dan diskusi.
Pentingnya Pengembangan Kreativitas Melalui Daur Ulang
Daur ulang menjadi salah satu solusi penting di tengah krisis lingkungan. Kegiatan ini membuka mata peserta tentang beragam cara untuk memanfaatkan limbah sebagai bahan baku produk baru yang memiliki nilai jual tinggi.
Dengan meningkatnya jumlah sampah plastik, inovasi dalam pengolahan limbah menjadi hal yang sangat relevan. Peserta diajak untuk menciptakan barang-barang kerajinan dari daur ulang, seperti kalung dan bros, dari bahan yang dianggap tidak berguna.
Melalui pendekatan ini, workshop bertujuan untuk tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga merangsang kreativitas. Dengan demikian, peserta dapat melihat peluang dalam masalah yang dihadapi masyarakat saat ini.
Peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli di bidangnya. Mereka diajak berdiskusi dan berkolaborasi, sehingga pemahaman tentang lingkungan dan daur ulang semakin mendalam.
Dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya daur ulang, diharapkan muncul generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat.
Karya Kreatif dari Limbah: Menjadi Peluang Ekonomi
Salah satu materi utama dalam workshop adalah bagaimana mengubah limbah menjadi produk bernilai. Ketrampilan ini dapat membuka peluang usaha baru bagi peserta.
Banyak karya seni dan kerajinan yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang terbengkalai. Salah satu contoh adalah gantungan kunci yang terbuat dari plastik daur ulang, yang dapat dipasarkan sebagai produk unik.
Dengan adanya pelatihan ini, peserta diajarkan tidak hanya untuk menciptakan tetapi juga untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Hal ini memberikan gambaran bagaimana daur ulang bisa bertransformasi menjadi sumber pendapatan.
Pendekatan yang unik dan inovatif dalam penggunaan limbah membuat ide-ide tersebut semakin menarik bagi masyarakat luas. Kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan akan mendorong orang untuk membeli produk-produk berbasis daur ulang.
Di samping potensi ekonomi, hasil dari workshop ini diharapkan mampu mempromosikan nilai estetika dari produk daur ulang. Hal ini akhirnya akan menciptakan persepsi positif di masyarakat tentang keterlibatan dalam upaya pelestarian lingkungan.
Manfaat Kolaborasi dalam Proyek Lingkungan
Kolaborasi menjadi kata kunci dalam menciptakan perubahan yang berdampak. Dalam kegiatan ini, para peserta memiliki kesempatan untuk bekerja sama dan bertukar pikiran.
Kerjasama antara mahasiswa, dosen, dan pelaku industri membuka ruang untuk inovasi baru. Dengan sinergi yang terjalin, banyak ide kreatif yang dapat muncul untuk mengatasi masalah lingkungan.
Pentingnya kolaborasi tidak hanya terlihat dalam aspek praktis, tetapi juga dalam membangun jaringan. Peserta diajarkan untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek lingkungan, menciptakan tim yang solid untuk membuat dampak yang lebih besar.
Melalui kerja sama, pengalaman dan pengetahuan dapat saling dipertukarkan. Hal ini memberikan proses pembelajaran yang lebih menyeluruh bagi setiap individu yang terlibat.
Di akhir workshop, peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk menyelenggarakan proyek serupa di komunitas mereka. Inisiatif seperti ini bisa memperkuat gerakan daur ulang secara lokal.














