Selain dikenal sebagai tempat destinasi wisata, kawasan Sanur juga berkembang pesat dalam sektor kesehatan. Salah satu inovasi terbesar adalah pengembangan Taman Etnobotani yang melibatkan berbagai disiplin ilmu demi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keberadaan taman ini bukan hanya sebagai penambah keindahan tempat, tetapi juga menjadi pusat penelitian yang melibatkan Universitas Udayana. Oleh sebab itu, taman ini menawarkan banyak potensi untuk konservasi dan edukasi yang bermanfaat bagi lingkungan hidup.
Pengelola kawasan, PT Hotel Indonesia Natour, memiliki visi jauh ke depan untuk menjadikan Ethnobotanical Garden sebagai tempat riset yang terintegrasi dengan alam. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan ilmiah.
Dari kerjasama ini, diharapkan Universitas Udayana dapat berkontribusi dalam mendalami berbagai aspek terkait tanaman obat dan keanekaragaman hayati. Melalui program penelitian yang berkelanjutan, diharapkan ada solusi nyata yang bisa dihadirkan untuk masyarakat dan lingkungan.
Pengembangan Taman Etnobotani Dalam Konteks Kesehatan dan Lingkungan
Konsep dasar dari Taman Etnobotani melibatkan penggunaan tanaman lokal yang memiliki potensi dalam pengobatan dan kesehatan. Taman ini diharapkan mampu menjadi tempat belajar bagi masyarakat umum, terutama dalam pemanfaatan tanaman obat. Selain itu, taman ini akan menjadi sarana untuk mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya flora lokal.
Bersebelahan dengan fungsi edukatif, taman ini juga berfungsi sebagai tempat penelitian bagi para peneliti dan akademisi. Dengan memadukan ilmu pengetahuan dan keberlanjutan, taman ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam melakukan konservasi tanaman di era modern. Sektor kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan bisa berjalan sekaligus.
Dari sisi ekonomi, keberadaan Ethnobotanical Garden diharap mampu meningkatkan daya tarik Sanur sebagai destinasi wisata kesehatan. Melalui inovasi dan penelitian, berbagai produk yang dihasilkan bisa menjadi daya tarik tambahan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Tujuan dan Manfaat Kolaborasi Dengan Universitas Udayana
Dalam MoU yang ditandatangani, Universitas Udayana memiliki peran penting dalam pelaksanaan riset di taman ini. Riset yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan konservasi tanaman, tetapi juga mencakup aspek kesehatan berbasis alam. Melalui pendekatan ini, para peneliti dapat menemukan manfaat baru dari flora yang ada di sekitar kita.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen diundang untuk berpartisipasi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama yang akan dihasilkan dari kolaborasi ini. Dengan keterlibatan langsung, diharapkan ilmu yang diperoleh bisa diterapkan secara praktis.
Selain itu, Taman Etnobotani juga akan memperkuat jaringan antara akademisi dan pelaku industri. Kerjasama antar dunia akademis dan industri menjadi penting untuk menciptakan inovasi baru yang aplikatif. Oleh karena itu, eksperimen yang dilakukan di taman ini harus berbasis sains dan berkelanjutan.
Pendidikan Berbasis Alam Sebagai Kunci Kemandirian Masyarakat
Melalui program-program edukasi yang akan dilaksanakan di taman, masyarakat dapat belajar mengenai pentingnya menjaga dan memanfaatkan tanaman obat. Pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan. Dengan pengetahuan yang memadai, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pelestarian dan penggunaan sumber daya alam secara bijak.
Pendidikan bagi masyarakat mengenai penggunaan tanaman obat juga dapat mendorong pengembangan ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di sekitar, masyarakat dapat menemukan cara baru untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui berbagai pelatihan, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan keterampilan baru yang bermanfaat.
Selain itu, taman ini juga direncanakan untuk menjadi tempat kunjungan bagi sekolah-sekolah. Kunjungan edukasi untuk siswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Dengan memberikan pengajaran di lapangan, para siswa bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.














