Baru-baru ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Inggris dan Swiss dengan sejumlah tujuan strategis. Dalam lawatannya, ia mengusung agenda penting yang mencakup kerja sama maritim, perlindungan lingkungan, dan pengembangan jejaring ekonomi global, khususnya dalam konteks Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa dalam kunjungan ke Inggris, Prabowo mengadakan pertemuan penting dengan Raja Charles dan Perdana Menteri Inggris. Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah penandatanganan kerja sama dalam bidang kemaritiman yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan Indonesia melalui pembangunan kapal tangkap ikan.
“Kerja sama di bidang kelautan ini sangat krusial untuk mendukung para nelayan kita,” ungkap Prasetyo dalam keterangannya kepada para wartawan pada 19 Januari 2026.
Agenda Strategis Prabowo di Inggris yang Tak Kalah Penting
Ketika berbicara tentang upaya konservasi, Prasetyo menekankan bahwa kerja sama itu juga mencakup perlindungan gajah di Provinsi Aceh. Beberapa bulan lalu, Presiden Prabowo secara langsung menyerahkan konsesi hutan kepada pemerintah untuk dijadikan koridor konservasi bagi satwa gajah yang terancam punah.
“Inisiatif ini mencerminkan komitmen Presiden dalam melestarikan lingkungan serta fauna liar yang semakin terancam,” tambahnya. Dengan program ini, diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut.
Selain perlindungan lingkungan, agenda Prabowo di Inggris juga termasuk menjajaki kesempatan kerja sama di bidang pendidikan dengan beberapa universitas ternama. Institusi-institusi ini merupakan anggota Russell Group yang dikenal berkualitas tinggi.
Peluang Pendidikan dan Ekonomi yang Diciptakan
Dari pertemuan dengan universitas-universitas tersebut, diharapkan akan ada peluang untuk pendirian kampus-kampus Inggris di Indonesia. Ini dapat membuka banyak potensi bagi mahasiswa dan akademisi di tanah air untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas internasional.
Setelah menyelesaikan agendanya di Inggris, Prabowo dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia. Kehadirannya di forum bergengsi ini bertujuan untuk memperluas jaringan kerja sama dengan negara-negara lain di dunia.
“Forum ini menjadi platform penting untuk membangun koneksi dengan negara-negara sahabat dan mempromosikan potensi ekonomi Indonesia di mata global,” tuturnya. Kehadiran di Davos diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional.
Jadwal Pertemuan dengan Pemimpin Global
Salah satu kemungkinan yang menjadi sorotan adalah potensi pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di dalam acara tersebut. Meskipun ada ketertarikan untuk melaksanakan pertemuan, namun Prasetyo menegaskan bahwa belum ada kepastian mengenai jadwalnya.
“Kita masih menunggu pembaruan informasi terkait agenda, termasuk apakah ada kesempatan untuk diskusi dengan Presiden Trump,” ujar Prasetyo. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika perencanaan selalu dapat berubah, terutama dalam konteks hubungan internasional yang semakin kompleks saat ini.
Penting bagi Indonesia untuk mengatur strategi diplomasi dengan cermat, terutama di tengah meningkatnya ketegangan global dan perang dagang. Upaya diplomasi seperti ini memiliki potensi untuk memberikan keuntungan bagi negara dan masyarakat.














