Pengelolaan rasa sakit pergelangan tangan sering kali menjadi isu penting dalam kesehatan. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah salah satu masalah umum yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.
Sindrom ini terjadi ketika saraf medianus mengalami tekanan, menyebabkan rasa sakit, kesemutan, dan kelemahan. Banyak aktivitas sehari-hari bisa menjadi pemicu utama kemunculan gejala ini.
Pakar ortopedi, Margareta Arianni, menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisi ini. Carpal tunnel, yang merupakan ruang di pergelangan tangan, memiliki peranan penting dalam fungsi tangan kita.
Melalui tekanan yang terjadi di dalam carpal tunnel, saraf medianus bisa tertekan, sehingga berbagai keluhan muncul. Hal ini sering kali berkembang secara perlahan dan lebih terasa pada malam hari.
Kondisi ini berisiko lebih tinggi dialami oleh wanita. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memicu atau memperparah kondisi ini.
Faktor Penyebab dan Risiko Carpal Tunnel Syndrome yang Perlu Diketahui
Berbagai faktor dapat berkontribusi terhadap terjadinya CTS. Salah satu penyebab utama adalah gerakan repetitif yang melibatkan tangan dan pergelangan, misalnya saat mengetik atau memasak.
Kondisi posisi pergelangan tangan yang tidak tepat juga menjadi penyebab yang signifikan. Mempertahankan posisi menekuk atau menahan beban dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan pada saraf medianus.
Faktor hormonal juga berpengaruh, terutama pada wanita. Misalnya, saat kehamilan atau menopause, terjadi perubahan yang dapat meningkatkan risiko CTS.
Selain itu, ada juga penyebab medis yang bisa mengakibatkan munculnya CTS. Penyakit seperti diabetes, gangguan tiroid, dan obesitas dapat meningkatkan risiko terjepitnya saraf medianus.
Cedera pada pergelangan tangan, baik itu patah tulang atau dislokasi, juga bisa merubah struktur carpal tunnel, sehingga menyebabkan masalah ini. Ukuran anatomis carpal tunnel yang lebih kecil juga lebih umum ditemukan pada wanita.
Gejala Umum dan Cara Mendapatkan Diagnosis yang Akurat
Gejala CTS sering kali dimulai dengan rasa kesemutan di jari-jari, khususnya ibu jari dan jari-jari berikutnya. Pada tahap awal, gejala ini mungkin muncul sesekali, namun seiring waktu akan semakin sering.
Rasa sakit dapat menyebar dari pergelangan tangan hingga ke lengan. Pada kondisi yang lebih parah, penderita dapat mengalami kelemahan dalam menggenggam objek atau melakukan gerakan tertentu.
Penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dari dokter spesialis. Pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien diperlukan untuk memahami gejala dan faktor risiko dengan lebih baik.
Dokter juga bisa melakukan tes tambahan, seperti elektromiografi (EMG), untuk mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. Tes ini penting untuk memastikan apakah saraf medianus benar-benar tertekan.
Diagnosis yang tepat akan membantu dalam menentukan pengobatan yang sesuai dan mencegah perkembangan masalah lebih lanjut. Jika diabaikan, CTS dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf.
Metode Pengobatan dan Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome
Pada umumnya, pengobatan CTS dapat dilakukan secara konservatif terlebih dahulu. Istirahat dari aktivitas yang memicu, penggunaan splint, dan terapi fisik menjadi langkah awal yang sering dianjurkan.
Penggunaan cairan anti-inflamasi juga bisa membantu mengurangi pembengkakan yang menekan saraf. Dalam beberapa kasus, injeksi steroid mungkin diperlukan untuk memberikan relief yang lebih signifikan.
Namun, jika gejala tetap berlanjut atau memburuk, pembedahan dapat menjadi opsi yang diperlukan. Operasi ini bertujuan untuk melepaskan tekanan pada saraf medianus dalam carpal tunnel.
Penting untuk mengambil langkah pencegahan agar risiko CTS tidak meningkat. Mengatur posisi kerja yang ergonomis saat menggunakan komputer atau perangkat lain sangat dianjurkan.
Melakukan latihan pergelangan tangan secara teratur juga dapat membantu menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot. Mengurangi durasi gerakan repetitif juga penting untuk mencegah terjadinya tekanan berlebihan di area tersebut.












