Ancaman terhadap keamanan siber pada perangkat seluler di Indonesia kini berada pada titik kritis. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, serangan siber menjadi semakin beragam, dan data menunjukkan bahwa 65 persen pengguna telepon seluler di Indonesia menghadapi risiko tersebut setiap hari.
Serangan yang dialami pengguna termasuk phishing, penipuan melalui panggilan telepon, serta berbagai modus scam lainnya. Fenomena ini memerlukan perhatian yang serius dari semua pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keamanan digital.
Situasi Keamanan Siber di Indonesia yang Meningkat Dramatis
Sampai dengan Juni 2025, jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia diramalkan mencapai sekitar 187,7 juta orang. Dari angka tersebut, sekitar 122 juta pengguna berisiko mengalami serangan siber, yang menunjukkan betapa permeabilitas ancaman ini semakin besar.
Kebangkitan perangkat seluler di masyarakat Indonesia, meskipun membawa kemudahan, juga menyimpan risiko tinggi. Situasi ini menuntut upaya kolektif untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran digital bagi pengguna.
Banyak kalangan menyadari bahwa tidak semua pengguna memiliki pengetahuan yang cukup tentang keamanan siber. Oleh karena itu, pendidikan mengenai penggunaan internet yang aman menjadi sangat urgent dalam kegiatan sehari-hari.
Pentingnya Perlindungan Proaktif dalam Keamanan Digital
Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, mengungkapkan kekhawatiran mendalam akan kompleksitas keamanan siber. Ia menekankan bahwa perlindungan proaktif harus menjadi prioritas, terutama untuk mereka yang kurang memahami masalah ini.
“Sangat penting untuk mengedukasi masyarakat agar paham mengenai langkah-langkah pencegahan ancaman digital,” jelasnya. Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat bisa melindungi diri mereka sendiri dari risiko yang kian meningkat.
Kehadiran teknologi yang ramah pengguna menjadi salah satu solusi yang sangat diperlukan. Dalam banyak kasus, kesadaran akan potensi ancaman tidak cukup tanpa adanya alat pelindung yang efektif.
Strategi Kolaboratif untuk Menghadapi Ancaman Siber
Untuk menyikapi masalah ini, ITSEC Asia menjalin kemitraan dengan Infinix dalam menyediakan solusi nyata. Kemitraan ini bertujuan untuk memasang fitur keamanan di perangkat seluler yang banyak digunakan ini.
Fitur keamanan bernama IntelliBron Aman akan mengedukasi pengguna dalam melindungi diri dari ancaman siber. Dengan teknologi yang terpasang langsung, pengguna tidak perlu merasa kerepotan untuk mengatur pengaturan keamanan di perangkat mereka.
Program ini diharapkan mampu melindungi hingga 100.000 pengguna HP Infinix di Indonesia. Ini adalah langkah awal yang vital dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan terlindungi.











