Gunung Semeru saat ini berada dalam Status Level III (Siaga), menunjukkan bahwa aktivitas vulkaniknya meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar area tersebut.
Rekomendasi tersebut mencakup larangan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, yang berjarak 13 km dari puncak. Selain itu, larangan berlaku juga dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan agar terhindar dari bahaya aliran lahar dan awan panas.
Pihak berwenang juga menekankan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan berada dalam radius 5 km dari kawah Gunung Semeru. Hal ini dikarenakan tingginya potensi lontaran batu pijar yang dapat mencelakai siapapun di sekitar kawasan tersebut.
Waspadai Potensi Awan Panas dan Lahar
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar. Terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau aktivitas gunung ini. Pemantauan dilakukan melalui laporan langsung dari petugas dan sistem CCTV yang disiapkan di lokasi strategis.
Saat ini, kondisi Gunung Semeru menunjukkan adanya aktivitas erupsi yang signifikan. Lava pijar terpantau meluncur dari puncak kawah Jonggring Saloko hingga mencapai lebih dari 3/4 ketinggian gunung.
Pentingnya Ketaatan Terhadap Rekomendasi
Rekomendasi dari PVMBG dan BPBD sangat krusial untuk diikuti oleh masyarakat sekitar. Ketidakpatuhan terhadap saran ini dapat berakibat fatal, mengingat risiko yang dihadapi sangat tinggi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mematuhi instruksi dari petugas yang berwenang. Keselamatan diri dan orang lain harus menjadi prioritas utama dalam situasi seperti ini.
Keberadaan sistem pemantauan yang baik sangat membantu dalam memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan agar terhindar dari berbagai bahaya.
Peran Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana
Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana sangat penting. Masyarakat yang paham akan risiko dapat membantu mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerusakan yang lebih besar.
Selain mengikuti rekomendasi, masyarakat juga diharapkan dapat melaporkan kondisi terkini kepada pihak berwenang. Informasi yang cepat dan akurat akan memudahkan penanganan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Kegiatan sosialisasi mengenai mitigasi bencana juga perlu dilakukan secara berkala oleh pemerintah. Dengan cara ini, pengetahuan masyarakat mengenai risiko dan cara mitigasi dapat meningkat.














