loading…
Universitas Darunnajah mengambil bagian di program pendanaan penelitian berbasis platform BIMA untuk 2026. Foto/UDN.
JAKARTA – Program pendanaan penelitian berbasis platform BIMA untuk tahun 2026 mencatat 93.603 proposal yang berstatus submit dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Jumlah tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas penelitian nasional sekaligus kompetisi yang semakin ketat dalam ekosistem riset pendidikan tinggi.
Di tengah tingginya partisipasi tersebut, Universitas Darunnajah, sebuah perguruan tinggi yang baru memperoleh SK pendirian pada tahun 2022, turut mengambil bagian dengan mengajukan 37 proposal penelitian dari para dosennya.
“Kehadiran kampus muda dalam kompetisi hibah nasional menjadi perhatian, terutama karena aktivitas penelitian biasanya lebih didominasi perguruan tinggi mapan,” kata Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta Samiyono, dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026).
Dia menjelaskan, berdasarkan data Ditjen Diktiristek, skema Fundamental Reguler dan Penelitian Dosen Pemula masih menjadi dua skema dengan jumlah proposal terbesar dalam program BIMA 2026.
Perkembangan Penelitian di Perguruan Tinggi di Indonesia
Seiring dengan kemajuan global, perguruan tinggi di Indonesia semakin menunjukkan komitmen terhadap penelitian. Ini tidak hanya menguntungkan lembaga akademis, tetapi juga dapat meningkatkan reputasi dan daya saing internasional.
Partisipasi aktif dalam kegiatan penelitian juga membantu mendorong inovasi di berbagai bidang. Ini menciptakan peluang bagi para akademisi dan mahasiswa untuk berkolaborasi dalam menghasilkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat.
Peningkatan jumlah proposal yang diajukan selama beberapa tahun terakhir menjadi indikator positif dari ekosistem penelitian nasional. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak lembaga yang menyadari pentingnya penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Peran Universitas Darunnajah dalam Riset Nasional
Universitas Darunnajah, meskipun terbilang baru, berusaha memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penelitian di Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi muda mampu bersaing dengan institusi yang lebih mapan.
Dosen-dosen di Universitas Darunnajah telah menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan proposal penelitian yang relevan dan berdampak. Dengan mengajukan 37 proposal penelitian, mereka berupaya mewujudkan visi kampus yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Kampus ini juga mendorong mahasiswanya untuk terlibat aktif dalam penelitian. Dukungan yang diberikan kepada mahasiswa menjadi salah satu faktor pendorong dalam proses belajar-mengajar yang lebih aplikatif.
Kompetisi Hibah Penelitian dan Tantangannya
Tingginya jumlah proposal yang diajukan menciptakan tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Hal ini menuntut civitas akademika untuk menyusun proposal yang lebih berkualitas dan inovatif.
Kompetisi ini tidak hanya sebatas pengajuan proposal, tetapi juga mencakup upaya kolaborasi antara berbagai perguruan tinggi. Kerjasama ini memberikan keuntungan dalam pengembangan proyek penelitian yang lebih komprehensif.
Tantangan yang dihadapi oleh universitas baru seperti Universitas Darunnajah adalah membangun jaringan dan meningkatkan kapabilitas penelitian. Mereka harus terus beradaptasi dengan perkembangan terbaru di bidang akademik dan teknologi.











