Pemandangan yang menggugah emosi terlihat di jalur penyeberangan yang menghubungkan Stasiun LRT Cikoko dan Stasiun KRL Cawang. Dua pemuda berparas Timur Tengah berdiri memegang kotak sumbangan bertuliskan “Palestina,” menambah ketegasan pada suasana dengan atribut simbolis yang dikenakan.
Keduanya tidak hanya berpenampilan khas, tetapi juga tampak bersungguh-sungguh dalam misi mereka. Setiap hari, mereka berdiri di tempat yang sama, menjadikan kehadiran mereka sebagai bagian dari rutinitas warga sekitar.
Sejumlah warga yang sering melintas mengonfirmasi bahwa kehadiran pemuda-pemuda ini bukanlah fenomena sesaat. Menyadari pentingnya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, awak media menghampiri mereka dan membuka dialog.
Kisah Perjalanan yang Menyentuh Hati dari Gaza ke Indonesia
Basil dan Khaled, demikian nama yang mereka perkenalkan, datang ke Indonesia empat bulan lalu setelah melarikan diri dari konflik di Gaza. Keputusan untuk meninggalkan tanah air bukanlah hal yang mudah bagi mereka, namun situasi di rumah telah memaksa pilihan tersebut.
Dalam percakapan, keduanya menjelaskan bahwa perjalanan ke Indonesia dimulai dari Gaza menuju Mesir. Dari Mesir, mereka mengambil penerbangan ke Indonesia, mengetahui bahwa negara ini merupakan satu-satunya yang memberi mereka harapan untuk memulai life baru.
Khaled mengungkapkan bagaimana proses untuk mendapatkan visa on arrival dilakukan dengan lancar. Petugas imigrasi menyambut mereka dengan sikap ramah saat melihat paspor Palestina, menambah harapan di tengah kondisi yang sulit.
Legalitas Keberadaan di Indonesia dan Dukungan UNHCR
Kedua pemuda ini tidak hanya datang tanpa rencana, mereka memastikan untuk melapor ke UNHCR guna mendapatkan pengakuan. Ini penting bagi mereka untuk mendapatkan status yang sah dan menghindari masalah hukum selama berada di Indonesia.
Kehadiran mereka tidak hanya ingin menjadi beban bagi masyarakat, tetapi juga ingin terlibat secara hukum dan sosial. Dengan kesempatan yang diberikan, mereka berharap dapat membantu diri mereka sendiri sambil menjaga hubungan baik dengan pihak berwenang di Indonesia.
Melalui UNHCR, mereka berharap untuk mendapatkan pengawasan yang lebih baik terhadap kondisi hidup mereka di Indonesia. Ini menjadi langkah penting agar mereka tidak terjebak dalam ketidakpastian yang lebih besar.
Tantangan Ekonomi dan Kesehatan yang Dihadapi
Terlepas dari legalitas yang dimiliki, kehidupan sehari-hari mereka dipenuhi dengan tantangan finansial. Dengan dana yang terbatas dan tanpa dukungan keluarga di Indonesia, mereka harus mencari cara untuk bertahan hidup.
Ketika tabungan semakin menipis, situasi semakin mendesak terutama ketika Khaled didiagnosis menderita kanker. Hal ini membuat mereka semakin khawatir, karena biaya pengobatan semakin membengkak dan mereka tidak bisa mengandalkan pihak lain untuk membantu.
Dalam keadaan kritis, mereka terpaksa berdiri sepanjang hari dengan harapan mendapatkan sumbangan dari masyarakat. Tidak ada pilihan lain untuk menutupi biaya pengobatan, dan ini merupakan langkah terakhir untuk menyelamatkan hidup Khaled.














