Polsek Walantaka tengah mendalami insiden tragis yang melibatkan seorang mahasiswi Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang. Korban yang bernama Suheni Sintiasari diduga terjatuh dari lantai dua Gedung C pada hari Sabtu, 7 Februari 2026.
Kapolsek Walantaka, AKP Dulhak, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa laporan diterima sekitar pukul 12.30 WIB. Kejadian ini tentunya telah menarik perhatian, baik di sekitar kampus maupun masyarakat luas yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kronologinya.
Investigasi yang sedang dilakukan ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi lebih jauh mengenai penyebab dan keadaan yang mengarah pada jatuhnya Suheni. Polsek Walantaka berupaya untuk mengklarifikasi setiap detail demi menyimpulkan kasus ini dengan tepat.
Penyelidikan Insiden Tragis di Universitas Pamulang
Detail lebih lanjut mengungkapkan bahwa pihak kepolisian sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi. Langkah ini diambil untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah jatuhnya korban.
Beberapa mahasiswa di kampus tersebut mengaku sangat terkejut dengan berita duka ini. Banyak dari mereka merasa kehilangan, mengingat korban adalah sosok yang dikenal baik dan aktif di berbagai kegiatan kampus.
Berdasarkan pantauan di lokasi, area depan Gedung C telah dipasangi garis polisi sebagai tanda penyelidikan. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menanggapi situasi ini dan memberikan penjelasan yang transparan kepada publik.
Kondisi Gedung dan Keamanan di Lingkungan Kampus
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah minimnya pembatas pengaman di sisi bangunan Gedung C. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan yang diterapkan di kampus, terutama di area yang tinggi.
Beberapa mahasiswa juga menyuarakan keprihatinan mereka terkait masalah keselamatan di kampus. Mereka menginginkan adanya langkah-langkah peningkatan fasilitas berupa railing atau penggunaan pengaman lainnya untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Kampus seharusnya menjadi tempat yang aman bagi semua pihak. Insiden ini memberikan gambaran bahwa masih terdapat banyak hal yang harus diperhatikan terkait aspek keselamatan, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga fisik lingkungan kampus.
Kegiatan Komunitas dan Dukungan untuk Keluarga Korban
Dalam suasana duka ini, berbagai komunitas mahasiswa berusaha memberikan dukungan kepada keluarga Suheni. Mereka menggelar doa bersama untuk mengenang sosok yang telah pergi dan mendoakan agar keluarga diberi ketabahan.
Program dukungan semacam ini menunjukkan kepedulian di antara mahasiswa. Hal ini bukan hanya sekadar tragedi bagi mereka, tetapi juga pengingat akan pentingnya saling membantu dan menjaga satu sama lain.
Menghadapi kenyataan pahit ini, banyak teman-teman Suheni merasa kehilangan yang mendalam. Cerita-cerita indah yang mereka alami bersamanya mulai terulang kembali, menambah rasa sedih atas kepergian yang mendadak.










