loading…
Lulusan dari IPB University menunjukkan prestasi yang menggembirakan dalam memasuki dunia kerja. Data terbaru menunjukkan bahwa rata-rata lulusan memerlukan waktu 3,9 bulan untuk mendapatkan pekerjaan setelah kelulusan.
Hal ini mencerminkan relevansi dan keberlanjutan kompetensi yang dimiliki oleh para lulusan tersebut. Dengan demikian, mereka berkontribusi signifikan terhadap pasar tenaga kerja yang terus berkembang.
Data tersebut berasal dari tracer study, metode survei yang berguna untuk melacak perkembangan lulusan. Survei ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai aktivitas kerja, relevansi kurikulum, dan kompetensi yang dimiliki oleh alumni di lapangan.
Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari integrasi pendidikan dengan dunia industri, pemerintah, lembaga riset, dan masyarakat sekitar. Dengan menerapkan kurikulum yang kolaboratif, mereka dapat menciptakan profesional yang siap menghadapi tantangan di berbagai sektor.
Strategi Pembentukan Kompetensi Lulusan di IPB University
IPB University implementasikan kurikulum yang mengedepankan kolaborasi antara teori dan praktik. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga terlibat langsung di proyek nyata dan magang.
Proses pembelajaran dirancang untuk memperkuat kompetensi berbasis kebutuhan industri. Dengan penguasaan skill teknis dan nonteknis yang baik, lulusan dapat beradaptasi dengan cepat dalam lingkungan kerja yang dinamis.
Pembelajaran kontekstual menjadi kunci untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi inovator dan pemimpin. Hal ini dilakukan melalui pengalaman langsung yang relevan dengan masalah yang dihadapi di lapangan.
“Sejak awal masa studi, mahasiswa telah terlibat dalam riset kolaboratif dan pemecahan masalah nyata di lapangan,” ungkap Rektor. Mereka dibekali dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk sukses menghadapi tantangan di dunia kerja.
Inisiatif Program Mikrokredensial untuk Peningkatan Skill
Salah satu langkah yang diambil untuk meningkatkan kompetensi adalah melalui program mikrokredensial. IPB University menyediakan akses ke 20.000 akun LinkedIn Learning yang ditujukan bagi mahasiswa.
Program ini menawarkan lebih dari 21.500 kursus dan sertifikasi profesional yang diakui secara internasional. Dengan demikian, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka secara efektif.
Sertifikat yang diperoleh akan langsung terintegrasi dengan profil LinkedIn mahasiswa, memudahkan mereka untuk ditemukan oleh perekrut. Ini menjadi nilai tambah dalam mencari pekerjaan setelah selesaikan studi.
Beberapa bidang yang paling diminati mencakup Microsoft Excel, Manajemen Proyek, dan Analisis Data. Dalam era digital saat ini, kemampuan di sektor ini sangat dibutuhkan oleh berbagai perusahaan.
Peran Tracer Study dalam Mengevaluasi Kualitas Pendidikan dan Kesiapan Kerja
Tracer study tidak hanya berfungsi untuk melacak lulusan, tetapi juga sangat penting untuk evaluasi kualitas pendidikan. Dengan informasi yang terkumpul, pihak universitas dapat mengevaluasi dan meningkatkan kurikulum yang ada.
Data ini memberikan gambaran jelas tentang relevansi kurikulum dan kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja. Dengan seperti itu, institusi pendidikan dapat mengadaptasi proses pengajaran agar sejalan dengan perkembangan industri.
Pada periode 2023-2025, data tracer study menunjukkan bahwa masa tunggu kerja lulusan mencatat rekor rata-rata 3,9 bulan. Ini menunjukkan bahwa lulusan IPB University memiliki daya saing tinggi di sektor pekerjaan.
Dengan memfokuskan pada penguasaan keterampilan yang tepat, lulusan mampu mengatasi tantangan dan ekspektasi yang ada di dunia kerja. Oleh karenanya, upaya peningkatan kompetensi adalah langkah yang sangat strategis.











