loading…
Nilai TKA kini menjadi faktor krusial dalam penentuan siswa eligible untuk mengikuti SNBP 2026. Foto/BKHM.
JAKARTA – Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini menjadi faktor krusial dalam penentuan siswa eligible untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Pada pelaksanaan SNBP tahun ini, nilai TKA berperan sebagai validator nilai rapor.
Koordinator SNBP, Riza Satria Perdana, menegaskan bahwa penetapan siswa eligible tetap menjadi kewenangan sekolah. Namun, terdapat ketentuan baru yang wajib dipenuhi, yakni siswa eligible harus mengikuti TKA dan memiliki nilai TKA yang lengkap.
“Yang menentukan siswa eligible itu sekolah, siapa-siapa saja. Tapi tahun ini ada persyaratan tambahan, yaitu siswa eligible harus ikut TKA dan nilai TKA-nya harus lengkap,” kata Riza, dikutip dari YouTube SNPMB ID, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk siswa eligible dapat dilakukan secara satu per satu maupun sekaligus, sesuai dengan kesiapan sekolah. Namun, sistem akan melakukan pengecekan otomatis terhadap kelengkapan nilai TKA setiap siswa yang didaftarkan.
Perubahan ini menyiratkan bahwa institusi pendidikan mulai berperan lebih aktif dalam melakukan seleksi. Dengan memasukkan nilai TKA sebagai salah satu syarat, diharapkan bisa meminimalisir potensi kecurangan dan mendorong siswa untuk berprestasi lebih baik.
Dalam konteks persaingan yang semakin ketat, nilai TKA menjadi salah satu faktor penentu dalam menentukan kualitas siswa. Hal ini memberikan motivasi tambahan bagi siswa untuk belajar lebih giat dalam persiapan ujian TKA.
Peran TKA dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi
Pemanfaatan nilai TKA dalam SNBP 2026 adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan adanya sistem yang memperhitungkan nilai akademik secara lebih komprehensif, diharapkan siswa yang mendaftar dapat menunjukkan kemampuan sebenarnya.
TKA tidak hanya sekadar angka, tetapi juga mencerminkan kesiapan siswa untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik agar bisa mendapatkan nilai yang diharapkan.
Secara keseluruhan, ini adalah langkah maju dalam sistem pendidikan yang lebih transparan. Dengan adanya kriteria yang jelas, baik siswa maupun orang tua dapat lebih memahami proses seleksi dengan baik.
Riza menambahkan bahwa dengan mengimplementasikan satu sistem yang terintegrasi untuk mengolah data, proses seleksi dapat berjalan lebih efisien. Hal ini juga memberikan keuntungan bagi sekolah dalam hal administrasi.
Sementara itu, para guru diharapkan bisa memberikan bimbingan yang lebih optimal kepada siswa. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya nilai TKA, para siswa dapat lebih termotivasi.
Kesiapan Sekolah dan Siswa Menghadapi TKA
Sekolah sebagai institusi pendidikan harus siap menghadapi perubahan ini. Pihak sekolah perlu melakukan sosialisasi kepada siswa dan orang tua mengenai penekanan nilai TKA dalam SNBP 2026.
Seluruh pihak harus bekerja sama agar dapat membantu siswa dalam mempersiapkan ujian. Dengan memberikan informasi yang cukup jelas, diharapkan tidak ada kebingungan di antara siswa dan orang tua.
Proses pengisian PDSS juga membutuhkan perhatian khusus dari sekolah. Kesiapan untuk melakukan penginputan data secara tepat akan sangat mempengaruhi kelengkapan dan akurasi nilai TKA siswa yang didaftarkan.
Adapun pihak sekolah juga harus menyiapkan strategi pengajaran yang lebih fokus. Mengingat ujian TKA menjadi kunci dalam seleksi, maka pembelajaran yang lebih terarah sangat dibutuhkan.
Pendekatan ini tidak hanya membantu siswa dalam persiapan akademik, tetapi juga membentuk sikap mental yang positif. Kesiapan mental sama pentingnya dengan kesiapan akademik dalam menghadapi ujian.
Tantangan yang Dihadapi oleh Siswa dan Sekolah
Di balik perubahan yang ada, terdapat tantangan yang harus dihadapi oleh siswa dan sekolah. Guru dan pihak sekolah perlu merancang metode pengajaran yang lebih efektif agar siswa siap menghadapi ujian TKA.
Selain itu, siswa juga dituntut untuk lebih disiplin dan fokus dalam belajar. Dengan adanya tuntutan nilai TKA yang semakin meningkat, mereka harus bisa membagi waktu antara persiapan ujian dan kegiatan sekolah lainnya.
Faktor psikologis juga tidak bisa diabaikan. Tekanan untuk mendapatkan nilai baik di ujian TKA bisa menimbulkan stres bagi sebagian siswa, sehingga penting untuk perhatian lebih terhadap kesehatan mental mereka.
Keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini tergantung pada dukungan dari semua pihak. Orang tua, guru, dan teman-teman sangat berperan dalam memberikan motivasi serta semangat kepada siswa.
Akhirnya, sistem Pendidikan yang baik tidak hanya menekankan pada nilai akademis, tetapi juga perkembangan karakter siswa. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan semua siswa dapat mencapai potensi terbaik mereka.














